A1.PORTFOLIO FAKULTAS
PORTFOLIO FAKULTAS/ INSTITUSI
Perguruan Tinggi di Indonesia terdiri dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan dibutuhkannya semakin banyak Perguruan Tinggi, peran PTS yang semakin besar dalam memberikan jasa pendidikan tinggi tidak dapat ditutupi lagi, regulasi pemerintah sudah semakin maju dalam memberikan tempat lebih layak kepada PTS. Berdasarkan letak perguruan tinggi di tiap propinsi, 52% jumlah perguruan tinggi swasta ada di Pulau Jawa dengan 63% dari jumlah seluruh mahasiswa (APTISI:2003). Sementara itu, di wilayah IV terjadi pertumbuhan Perguruan Tinggi Swasta yang cukup pesat, khususnya bagi penyelenggara Program Studi Manajemen, seperti terlihat pada tabel 1. Pesatnya perkembangan tersebut tidak diikuti dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Karenanya tingkat persaingan di Perguruan Tinggi Swasta khususnya semakin ketat.
Tabel 1
Perkembangan Penyelenggara Program Studi Manajemen S1 & D III di APTISI Wilayah IV
Tahun Jumlah PTS Penyelenggara Jumlah Mahasiswa Pertumbuhan Mahasiswa (%)
1997/1998 72 29.139 -
1998/1999 89 28.275 0,91
1999/2000 94 27.553 4,58
2000/2001 99 32.348 17,4
2001/2002 107 31.134 3,75
2002/2003 110 29.047 6,7
Sumber : APTISI Wilayah IV (2003)
Gambaran tingkat permintaan, daya tampung Perguruan Tinggi di daerah Bandung dan sekitarnya serta trend permintaan masuk ke Universitas Widyatama yang cenderung menunjukkan gejala penurunan memberikan indikasi perlunya re-orientasi sistem pendidikan Widyatama ke arah peningkatan kualitas, relevansi dan daya saing lulusan melalui program perbaikan dan pengembangan yang sejalan dengan perkembangan sektor industri dan lapangan kerja.
Struktur di atas yang menggambarkan tingkat daya tampung (penawaran) yang lebih tinggi dari tingkat permintaan dimana mengharuskan institusi untuk membangun keunggulan kompetitif melalui diferensiasi dan mengarahkan lulusan kearah sektor lapangan kerja yang menjanjikan pertumbuhan/bobot kepentingan dalam ekonomi nasional.
Berdasarkan kondisi lingkungan eksternal diatas, maka pihak Universitas Widyatama melakukan upaya pada tahun 2004 melakukan pemekaran pada Fakultas Ekonomi yang pada awalnya menaungi Program Studi Akuntansi S1, Program Studi Manajemen S1, Program Studi Akuntansi D III dan Program Studi Manajemen D III menjadi dua Fakultas. Fakultas Ekonomi menaungi Program Studi Akuntansi S1 dan D III, sementara Program Studi Manajemen S1 dan D III berada di bawah naungan Fakultas Bisnis dan Manajemen (FBM). Dengan kemandirian fakultas diharapkan lebih dapat menawarkan lulusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu dilakukan sejumlah program pengembangan, seperti (a) pengembangan kurikulum yang beorientasi kebutuhan pasar/industri, (b) pengembangan infrastruktur pendidikan yang mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan, (c) pengembangan SDM melalui tugas belajar S2 dan S3, serta seminar dan lokakarya dari para staf dosen dan staf pendukung, (d) memicu kegiatan penelitian (e) peningkatan kerja sama antar institusi, dan (f) peningkatan kualitas pelayanan akademik dan non akademik kepada mahasiswa dan masyarakat.
Fakultas DKV- Universitas Widyatama, sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Desain Komunikasi Visual Widyatama Bandung (STDKV Widyatama). Berdasarkan SK Yayasan Widyatama No. 172/SK/D.10/B.PENG/2001 tentang “Penggabungan Sekolah-sekolah Tinggi di Bawah Naungan Yayasan Widyatama Menjadi Universitas Widyatama” yang merujuk pada SK Departemen Pendidikan Nasional RI No. 137/D/0/2001, tanggal 2 Agustus 2001, tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Program-program Studi dan. Pendirian Universitas Widyatama ditetapkan sejak tanggal 15 Agustus 2001 SIT Widyatama telah berubah menjadi Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV).
Saat ini Fakultas DKV – Universitas Widyatama mengelola dua Program Studi Diploma 4 (D-4) dan Diploma 3 (D-3) yaitu: (1) Program Studi Desain Grafis (DG) dan (2) Program Studi Desain Multimedia (DM).
Sebagaimana diketahui bersama, Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk kelompok eksakta (di dalamnya termasuk keilmuan teknik dan desain) telah menjadi prioritas utama pemerintah dalam mengembangkan pendidikan tinggi ke depan. Upaya ini banyak menghadapi kendala, mengingat lulusan SMU yang berasal dari kelas eksakta hanya berkisar 15% dari seluruh lulusan SMU di Indonesia. Artinya, pendidikan tinggi teknik menghadapi banyak kesulitan dari dari aspek potensi calon mahasiswa yang sangat terbatas.
Kondisi ini dirasakan sekali oleh Fakultas DKV – Universitas Widyatama, yang diindikasikan oleh jumlah peminat calon mahasiswa dan jumlah yang diterima di program studi dan setiap tahun dirasakan masih sangat sedikit. Kendala ini selain disebabkan oleh jumlah calon mahasiswa yang diperebutkan sedikit, juga karena beberapa faktor berikut: (a) semakin bertambahnya jumlah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, (b) semakin banyak altematif pilihan program studi yang menarik, dan (c) tawaran perguruan tinggi asing yang semakin meningkat.
Namun demikian, Fakultas DKV – Universitas Widyatama terus berupaya mencari terobosan¬-terobosan yang kreatif dan inovatif, yaitu melalui sejumlah program pengembangan, seperti (a) pengembangan kurikulum yang berorientasi kebutuhan pasar industri, (b) pengembangan infrastruktur pendidikan yang mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan, (c) pengembangan SDM melalui tugas belajar S2 dan S3, serta seminar dan lokakarya dari para staf dosen dan staf pendukung, (d) peningkatan kerja sarna antar institusi, dan (e) peningkatan mutu pelayanan akademik dan non akademik kepada mahasiswa dan masyarakat melalui implementasi ISO 9001: 2000 sejak 3 tahun terakhir.
Selain itu, sebagai bagian dari Universitas Widyatama, Fakultas bersama-sama dengan seluruh unit lainnya di Universitas Widyatama terus berupaya menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2000 dalam penyelenggaraan proses pendidikan, yang mencakup “curriculum design learning process”. Interaksi proses Sistem Manajemen Mutu Universitas Widyatama dapat dijelaskan dalam Gambar 1.
Perhatian Universitas Widyatama terhadap sistem manajemen mutu dilanjutkan dengan tekad dan upaya keras untuk mencapai standar mutu internasional. Dengan auditor PT TUV International Indonesia, Universitas Widyatama berhasil memperoleh Sertifikat ISO pada tanggal 1 Mei 2003 dengan nomor sertifikat 01100 023781.
[ Dokumen FDKV UTAMA/ Borang/ Akreditasi/ Program Studi/ Posting : Deden Maulana ]